Persuteraan alam merupakan kegiatan agroindustri yang dimulai dari penanaman murbai, pembibitan dan pemeliharaan ulat sutera (bombyx mori. L), permintalan benang, penenunan kain, sampai pada pemasaran kain sutera. Usaha ini termasuk pada usaha industri rumahtangga yang relatif mudah dikerjakan, berteknologi sederhana, bersifat padat karya, cepat menghasilkan dan bernilai ekonomis tinggi.
Tanaman murbei yaitu daunnya merupakan pakan ulat sutera. Kondisinya pada berbagai tempat belum optimal sehingga perlu peningkatan dalam pemeliharannya. Akibat belum optimalnya pengelolaan usaha, belum menunjukan hasil yang maksimal. Produksi kokon tidak sebanding dengan potensi luas areal tanaman murbei. Pola usaha tani persuteraan saat ini adalah sistem kemitraan. Pola ini cukup menguntungkan petani, karena adanya jaminan pasar atas kokon yang dihasilkan.
A. PROSPEK PASAR
Usaha persuteraan alam berorientasi pasar ekspor. Negara pengimpor ulat sutera terbesar selama ini adalah negara-negara Eropa dan Amerika. Pesaing terbesar selama ini adalah Cina.
Komoditas ulat sutera hanya dapat dikembangkan di negara-negara tropis, keadaan ini merupakan peluang bagi Indonesia khususnya petani di jawa barat yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif untuk mengembangkan komoditas tersebut sebagai komoditas unggulan.
Perkembangan ulat sutera alam pada tahun-tahun terakhir ini menunjukan prospek yang cukup baik. Paling tidak tergambarkan dari jumlah produksi raw silk dunia yang terus menurun selama enam tahun terakhir.
Beberapa analisis menyatakan bahwa sutera alam mempunyai prospek yang baik, dan diperkirakan permintaan sutera akan meningkat antara 2 – 3 % per tahun (ISA) sementara FAO meramalkan lebih besar hingga 5%, sementara peningkatan permintaan di Indonesia sendiri diperkirakan mencapai 12,24%.
Luas lahan aktual persuteraan alam yang telah berproduksi pada tahun 1997/1998 di Indonesia tercatat kurang lebih 400 hektar, terdiri dari usaha tani persuteraan alam intensif dan yang masih dalam masa pertumbuhan seluas 200 hektar.
Melihat gambaran tersebut di atas, jelas terlihat prospek persuteraan alam cukup cerah.Hal ini berkaitan dengan masih tingginya permintaan di dalam negeri maupun pasar dunia, dibandingkan dengan produksinya.
B. DUKUNGAN SUMBER DAYA LOKAL
Dukungan sumberdaya lokal persuteraan ini meliputi 3 hal yaitu kebijakan pemerintah, sumberdaya manusia dan sumberdaya lahan. Usaha persuteraan alam selain didukung penuh pemerintah daerah, juga mendapat bantuan dana kredit. Semenetara itu mengingat sifat kegiatan persuteraan alam yang dapat dilakukan oleh laki-laki maupun wanita, jumlah dan kualitas petani menjadi modal dasar bagi tmbuh dan berkembangnya persuteraan alam ini.
Beberapa daerah yang masih layak untuk pengembangan usaha tani persuteraan alam di jawa barat diantaranya kabupaten cianjur Penggunaan teknologi standar persuteraan alam di tingkat petani belum merata. Petani persuteraan alam masih bervariasi sehingga produksi kokon belum optimal.
C. PELUANG DAN KELAYAKAN INVESTASI
Peluang investasi yang mungkin dilakukan dalam persuteraan alam ini harus satu paket dimulai dengan pembukaan lahan untuk tanaman murbai sampai pada proses pemintalan atau penenunan yang dalam tahapan selanjutnya akan mendorong industri garmen.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar